Kecelakaan Bus Di Malaysia Memakan 14 Orang Korban Jiwa

kecelakaan bus di malaysia

Kecelakaan bus baru saja terjadi di malaysia, menewaskan 14 orang dan korban luka-luka lainnya, seperti yang oppiie.com kutip dari okezone.
 Kecelakaan bus di Malaysia menewaskan 14 orang dan melukai 16 lainnya. Insiden ini terjadi di North-South Expressway, Pagoh, Muar, pada pukul 03.25 waktu setempat. Bus tersebut diketahui berangkat dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur.

Sejumlah saksi melihat angkutan umum itu melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak pembatas jalan dan terjun bebas. Seorang saksi bernama Ahmad Fahmi Khairuddin (19) melihat bus terbang dan menyerempet tiang listrik hingga mengeluarkan percikan api sebelum mendarat di jurang.

“Saya mendengar suara keras. Suaranya tiga kali lebih keras dari ban meletus,” tutur Ahmad saat ditemui The Star di rumahya yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian, Sabtu (24/12/2016).

Pelajar Kolej Vokasional Kluang itu sedang menikmati liburan akhir tahun di rumahnya saat kecelakaan terjadi. Ia menyaksikan kejadian tersebut dengan mata kepala sendiri ketika bermain catur di teras bersama ketiga temannya.

Ahmad dan ketiga temannya menyatakan sangat terkejut. Mereka langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek kondisi para penumpang.

“Saya mendengar teriakan minta tolong dari para korban. Saya dan teman-teman langsung terjun membantu beberapa korban naik ke tempat yang aman. Kepanikan menyeruak di mana-mana,” imbuhnya.

Khairuddin Abdullah (49) juga tersentak akibat tragedi tersebut. Dia sedang tidur saat mendengar suara keras seperti ledakan diikuti teriakan putranya, Ahmad Fahmi. Tak tahunya, kecelakaan bus terjadi tepat di depan rumah mereka.

Ayah Ahmad yang merupakan kepala Kampung Jayor bergegas menelefon MERS 999. Nomor panggilan darurat itu menghubungkannya dengan Kantor Pertahanan Sipil terdekat. Setelah melapor ke pihak pemerintah, barulah dia membangunkan warga desa untuk bahu-membahu mengeluarkan para korban dari bus yang ringsek di dasar jurang.

“Beberapa penduduk desa sampai menggunakan sepeda motor mereka untuk menerangi lokasi penyelamatan. Lokasi ini memang rawan kecelakaan,” ujarnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »