Tradisi Saat Imlek, Bagi-Bagi Angpao

Ayead Gaptek 12:57 AM
Angpao

Salah satu tradisi saat tahun baru imlek yang paling ditunggu anak-anak atau para remaja yang belum menikah adalah saat bagi-bagi angpao, angpao biasanya di berupa aplop berwarna merah, nama angpao sendiri berasal dari Bahasa cina hong bao.

Dilansir dari Chinese New Year, istilah hong bao artinya saku merah, paket merah atau amplop merah. Uang dalam amplop merah disebut ya sui qian, artinya uang untuk melabuhkan tahun. Disebut juga uang keberuntungan atau uang Tahun Baru. 

Dengan memberi uang Tahun Baru, para penatua mengharapkan tahun keberuntungan dan berkah pada anak-anak. Generasi muda memberikan uang pada para sesepuh sebagai berkah panjang umur dan menunjukkan rasa terima kasih.

Angpao itu biasanya diberikan oleh orang yang sudah berkeluarga kepada mereka yang belum berkeluarga. Namun sebenarnya tidak menutup kemungkinan juga jika seseorang telah mapan, sementara banyak saudaranya yang masih belum mapan. Sah-sah saja jika mereka ingin tetap memberikan, juga bisa dianggap sebagai amalan.

Bagi kamu yang berencana untuk memberikan angpao untuk sanak keluarga, berikut ini panduan besaran isi angpao, mulai dari :

Untuk Bayi Dan Balita
Isinya cukup dikasih seceng atau goceng sudah cukup. Masih mahalan harga pembungkus angpaonya mungkin. Memberi angpao ke bayi atau balita umumnya hanya sebagai formalitas saja biar dianggap/dilihat oleh keluarga lain.

Untuk Anak Kecil
Biasanya anak-anak umur dibawah 10 tahun rata-rata belum bisa memanfaatkan uang dengan baik. Jadi sebenarnya ngasih angpao ke anak-anak dibawah umur 10 tahun itu juga masih termasuk sebagai formalitas saja sama anggota keluarga besar yang lain, biar menyenangkan hati mereka. Jadi isinya jangan terlalu banyak, seribu atau lima ribu rupiah sepertinya sudah cukup.

Untuk Remaja
Kelompok umur ini harus mulai hati-hati ngasihnya karena mereka sudah mengerti nilai nominal uang. Masa remaja atau ABG ini adalah masa dimana mereka mulai suka pergi jalan bareng sama teman-temannya ke mall atau ke tempat-tempat keramaian lainnya. Jadi mereka mulai butuh duit. Jika dikasih terlalu kecil, mereka tak sungkan buat minta nambah sambil ngomel didepan orang banyak, namun jika diberikan terlalu banyak juga berbahaya karena bisa saja uang yang berikan terbuang sia-sia untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Jadi sepertinya lima puluh ribu sampai serratus ribu rupiah sudah cukup untuk diberikan.

Selain nominal, ada beberapa hal yang juga harus kamu perhatikan saat hendak memberikan angpao. Secara tradisi, uang yang dimasukkan ke dalam angpau sebisa mungkin haruslah lembaran uang baru. Memasukkan lembaran yang kotor atau lusuh mencerminkan selera yang buruk. Biasanya 1 minggu menjelang Tahun Baru Imlek, orang banyak mengantri panjang di bank untuk menukarkan lembaran uang lama dengan lembaran uang yang baru.

Selain itu, Hindari memberi uang senilai misalnya 40 ribu atau 400 ribu, atau berjumlah 4 lembar. Angka 4 dalam Bahasa Mandarin 四 (sì) jika dilafalkan bunyinya mirip seperti huruf 死 (sǐ) yang berarti ‘kematian’; sehingga dianggap sebagai kemalangan. Bahkan lembaran uang berjumlah genap lebih baik diberikan daripada yang berjumlah ganjil. Yang terbaik adalah jika nilainya diawali atau diakhiri dengan angka 8; karena angka 8 dianggap dapat meningkatkan keberuntungan.

Selalu siapkan uang dan amplop merah di dompet atau tas selama 16 hari ke depan pada Tahun Baru Imlek (dimulai dari malam Tahun Baru hingga Festival Lampion), kalau-kalau secara kebetulan Anda berpapasan dengan seseorang yang mungkin menurut Anda perlu diberikan angpau. Sebaiknya taruh pecahan uang yang berbeda ke dalam desain amplop yang berbeda pula, sehingga Anda dapat dengan cepat dan bijak dalam membedakan, apakah Anda memberi angpau dengan nilai kecil (gocengan) atau besar.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »