Mengulik Seputar Bea Masuk, Tarif Pajak dan Ongkir Indonesia ke Taiwan

Ayead Gaptek 5:21 AM
Kilo Kirim Ke Taiwan


Melakukan sistem ekspor berbagai produk ke berbagai Negara di dunia sudah sering sekali terjadi. Tidak hanya di Taiwan, setiap negara pasti akan melakukan pengawasan lalu lintas barang antar negara melalui bea cukai. Untuk menentukan bea masuk dan pajak atas produk yang akan diekspor ke Taiwan, perlu mengetahui bea masuk, pajak, dan juga ongkir Indonesia ke Taiwan. Simak panduan berikut ini!

Panduan Menentukan Pajak atau Bea Masuk 

1. Menentukan Nilai Pabean

Nilai pabean sama dengan nilai yang akan dikenakan bea masuk dan juga pajak pada sebuah barang atau produk yang ekspor. Nilai Pabean didapatkan dari nilai jual produk ditambah dengan biaya tariff angkut dan ditambah juga dengan biaya asuransinya. Nilai pabean biasa disebut dengan nilai CIF (cost insurance freight). Dan tarif angkut biasanya  menyesuaikan jenis transportasinya, seperti transportasi laut atau udara. 

2. Adanya Kebijakan Non-dutiable Shipment

Kebijakan ini juga sering disebut kebijakan low value shipmentuntuk barang kiriman dengan nilai tertentu yang tidak terlalu tinggi. Setiap Negara memiliki kebijakan tersebut, namun berbeda-beda disetiap negara. Seperti di Taiwan yang mematok batas harga senilaiNTD 2000. Dengan catatan pihak bea cukai  berhak meninjau kembali jika nilai barang kiriman dianggap lebih rendah dari yang seharusnya.

3. Biaya ditentukan oleh CIF

Selain menentukan biaya ongkir Indonesia ke Taiwan, penting juga menentukan nilai pajak masuk. Nilai bea masuk dan pajak yang harus dibayarkan oleh pihak penerima ditentukan oleh CIF dan berdasarkan jenis dan kategori barang atau produk tersebut melalui indikator khusus. Seperti apakah termasukkategori barang yang mewah , jenis bahan baku, proses produksi, dan hasil barang kiriman yang asli atau originalitas. 

Panduan Menentukan Ongkos Kirim ke Taiwan

1. Ongkir Progresif

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dan menjadi penentu dalam membedakan ongkr ekspedisi pengiriman barang.  Seperti jenis ongkir progesif yang terdapat pada seluruh jasa ekspedisi. Jenis ongkir ini merupakan jenis ongkir yang dihitung secara flat berdasarkan dengan berat total barang. Semakin berat dan besarnya barang yang dikirim maka mempengaruhi biaya harganya.

2. Ongkir Regresif

Bagi Anda yang ingin mennetukan biaya ongkir Indonesia ke Taiwan juga melalu penghitungan jenis ongkir regresif. Karena ongkos kirim ini dihitung secara flat berdasarkan berat total paketyang dihitung erdasarkan nominal  minimal ongkosnya. Jika barang tersebut berhasil mencapai berat tertentu maka akan dikenakan biaya yang tetap. Namun jika beratnya melebihi maka akan di hitung berdasarkan kelipatannya.

3. Ongkir Volumetrik

Panduan atau acuan penghitungan yang terakhir yakni berdasarkan volumetrik. Atau jenis penghitungan biaya ongkos kirim yang menggunakan volume barang yang akan dikirimkan tersebut. Pihak jasa ekspedisi akan mengukur total keseluruhan panjang, lebar, dan tinggi paket tersebut. Dari hasil pengukuran tersebut sudah ditentukan setiap satu meternya biasanya seharga 5000 setiap meter perseginya.

Setelah mendapatkan hasil akhir penghitungan dari volumetrik ini, maka pihak jasa ekspedisi akan membulatkan ukurannya agar lebih mudah dihitung dan diketahui hasilnya. Kemudian akan diberitahukan langsung biaya ongkirnya, seperti biaya ongkir Indonesia ke Taiwan dengan satuan flat berat dan juga volume barang yang sudah ditentukan. Kemudian bisa langsung melakukan transaksi pembayaran.

Nah, itu tadi sekilas informasi dalam menentukan pajak dan mengetahui penghitungan ongkos kirim yang digunakan dalam mengirim barang ke luar negeri khususnya ke Taiwan. Semoga informasi di atas bisa menjadi sarana acuan dalam menentukan biaya pajak Indonesia ke Taiwan dan juga bisa menambah wawasan Anda mengenai penghitungan pajak ekspor.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »