Langkah-langkah Pembuatan dan Contoh Laporan Keuangan

Ayead Gaptek 3:54 PM

 

Contoh Laporan Keuangan

Penjualan besar tidak berarti apa-apa jika Anda tidak dapat memetakan arus kas melalui bisnis Anda. Hal ini karena tidak memperhatikan laporan keuangan. Terlepas dari ukuran bisnis Anda, laporan keuangan memainkan peran penting dalam melacak kemajuan bisnis Anda. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari contoh laporan keuangan yang dapat membantu Anda mengelola bisnis Anda.

Pengertian Laporan Keuangan

Menurut PSAK No. 1 2015, laporan keuangan didefinisikan sebagai dokumen terstruktur yang mencakup catatan posisi keuangan dan hasil operasi suatu entitas. Umumnya orang mengenal laporan keuangan sebagai ringkasan dari semua transaksi bisnis yang telah terjadi selama suatu periode. 

Bagi para pelaku bisnis, keberadaan laporan keuangan ini sangat penting untuk membangun bisnis yang sehat. Selain itu, catatan keuangan juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi bisnis, mengambil keputusan, menarik investor, dan menentukan pajak. Untuk menyusun laporan keuangan, berikut beberapa cara yang perlu Anda perhatikan.

Langkah Awal Menyusun Laporan Keuangan Sederhana

Dalam pembuatan laporan keuangan tentunya tidak boleh sembarangan. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan dan menyusun laporan keuangan yang sederhan yaitu: 

1. Kumpulkan Semua Transaksi dan Lakukan Pencatatan pada Jurnal

Dalam dunia akuntansi, jurnal dikenal sebagai dokumen yang berisi catatan semua transaksi bisnis yang pernah terjadi. Ada banyak jenis transaksi bisnis, antara lain penjualan barang, pembelian barang, transaksi barter, dan transaksi sewa. Jika bisnis Anda telah melakukan transaksi di atas, cobalah untuk mengumpulkan bukti transaksi seperti kwitansi atau faktur. 

Setelah bukti dikumpulkan, catat semua transaksi secara rinci dalam jurnal. Jurnal ini kemudian menghubungkan transaksi buku besar dengan siklus akuntansi lainnya. transaksi yang harus dicatat dalam laporan keuangan meliputi arus kas atau cash flow, catatan stok barang (stock opname), pembelian dan penjualan, biaya operasional, utang dan piutang, catatan inventaris barang

2. Masukkan Jurnal ke Buku Besar

Secara teknis, buku besar adalah dokumen yang berisi catatan perubahan yang terjadi pada suatu akun sebagai akibat dari transaksi keuangan selama suatu periode akuntansi. Dengan kata lain, fungsi buku besar adalah untuk merangkum semua data bisnis yang tercatat dalam buku besar. 

Pada akhir periode diperlukan buku besar sebagai sumber data untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan. Sekarang, tujuan dari langkah kedua ini adalah untuk mentransfer transaksi yang dicatat dalam jurnal ke akun yang sesuai secara rinci.

3. Buat Neraca Saldo

Setelah buku besar dibuat, langkah selanjutnya yaitu harus membuat neraca saldo. Neraca saldo dibuat untuk menentukan saldo antara debit dan kredit pada akun buku besar. Oleh karena itu, setelah membuat buku besar, Anda perlu mengelompokkan daftar akun buku besar ke dalam bagian aktiva dan pasiva. 

4. Kumpulkan Data untuk Menyusun Jurnal Penyesuaian

Mungkin ada transaksi yang tidak tercatat dalam transaksi yang terjadi pada akhir laporan keuangan. Oleh karena itu, perhitungan yang telah dilakukan tidak valid karena ada transaksi yang belum diproses. Jika demikian, bisa dokumentasikan semua transaksi yang tidak tercatat untuk membuat jurnal penyesuaian.

5. Buat Neraca Lajur

Neraca lajur dirancang untuk menyederhanakan proses pelaporan keuangan. Saat menggunakan sistem akuntansi manual, dokumen lembar kerja memiliki kolom yang berisi neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo sesudah penyesuaian, neraca, perhitungan laba rugi. Neraca lajur juga dapat digunakan sebagai alat untuk memeriksa kemungkinan kesalahan saat melakukan penyesuaian.

6. Susun Laporan Keuangan

Setelah lima proses di atas selesai, Anda dapat mulai membuat laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal yang juga telah disesuaikan dengan semua pencatatan di laporan sebelumnya. Membuat laporan keuangan yang benar tentu akan sangat membantu bisnis Anda.

Bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan UKM di Indonesia, Peer to Peer Lending adalah pilihan yang tepat di Akseleran. Akseleran menawarkan peluang pengembangan dana yang optimal dengan tingkat bunga rata-rata 12% / tahun dan menggunakan asuransi yang melindungi 99% dari pokok pinjaman. Bahkan uniknya, Anda bisa memulai semua ini hanya dengan Rp 100rb saja dan akan mendapatkan imbal hasil yang menguntungkan. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »